Coban Sewu termasuk destinasi baru yang tereksplor di Kabupaten Lumajang, sehingga masih sedikit info mengenai tempat ini. Lokasinya berada di Kecamatan Pronojiwo, Desa Sidomulyo, dekat dengan tugu perbatasan antara Kabupaten Lumajang dan Kota Malang, sekitar 100 meter sebelum tugu perbatasan terdapat gang turun pada kiri jalan jika kita dari arah Lumajang. Kemudian lurus saja sampai sungai, lalu motor bisa diletakkan di gubuk penambang pasir. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri sungai searah aliran. sekitar 200 meter kita akan menemukan air terjun ini.
Tempat ini disebut sebagai Coban Sewu karena dari segi bahasa coban berarti air terjun dan sewu berarti seribu, mengapa seribu karena air terjun ini aliran air dari atas sangatlah banyak sepanjang tebing. Air Terjun ini sangat tinggi, sampai-sampai terasa seram saat mengambil foto dari atas tebing.
Rute yang telah disebutkan diatas tadi adalah untuk melihat air terjun dari atas. Untuk melihat air terjun dari bawah kita dapat turun melalui Goa Tetes yang kemudian dilanjutkan dengan berjalan menyusuri sungai melawan arus.
Air terjun ini menawarkan pemandangan yang sangat eksotis, cocok bagi yang hobi fotografi maupun untuk sekedar berwisata.
Apabila anda melewati jalur selatan jangan lupa mampir untuk menyaksikan keindahan alam Coban Sewu, rugi kalau nggak mampir....
Sudahkah berkunjung?
#Ayoberkunjung
Lumajang yang terkenal dengan pisang agungnya memiliki wisata yang begitu berpotensi untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan PAD kabupaten. Hutan bambu merupakan wisata alam yang berada di daerah Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Lokasinya dapat dijangkau sekitar 30 Km arah barat daya kota Lumajang. Wisata ini merupakan wisata konservasi alam tanaman bambu, monyet dan kalong. Untuk memasuki wisata alam ini hanya perlu merogoh uang Rp 3.000,- pada hari libur dan biasanya gratis pada hari biasa.
Hutan bambu merupakan objek
wisata yang pernah mendapatkan penghargaan kalpataru untuk kategori Penyelamat
Lingkungan. Kelompok masyarakat, yakni Kelompok Pelestari Sumber Daya Alam
(KPSDA) ini lah yang
memiliki kepedulian yang tinggi melestarikan wisata alam hutan bambu.
Di awal memasuki hutan bambu ini
anda akan dimanjakan dengan pemandangan teduh diiringi suara sambutan dari
monyet-monyet. Selanjutnya anda bisa menikmati
dinginnya air kolam yang berasal dari sumber Deling. Air yang mengalir
dari sumber ini begitu jernih dan dingin. Jernih dan dinginnya air ini
dikarenakan banyaknya bambu yang ada disana. Suara gemericik air dari sumber
ini mampu membuat anda sejenak melupakan masalah anda dan memberikan ketenangan
dalam jiwa anda.
Hutan bambu ini memiliki fungsi
yang sangat penting yaitu dapat meningkatkan aliran air bawah tanah, peredam
suara yang baik, penyerap karbondioksida dan penghasil oksigen yang baik, serta
sebagai tempat hidup beberapa fauna seperti monyet.
Kelebihan dari hutan bambu ini
yaitu panorama alamnya yang masih sejuk dan alami, memiliki sumber air yang
dingin dan jernih, terdapat istana monyet dan kalong yang perlu dilestarikan
dan dijaga keberadaannya. Sedangkan kekurangannya wisata ini yaitu kurang
lengkapnya sarana prasarana yang memadai seperti toilet, tempat parkir, tempat
sampah dan mushola. Sampah anorganik juga masih banyak berserakan sehingga perlu
diberikan solusi terbaik, seperti pengadaan tempat sampah, tata tertib, dan
penjagaan untuk menjadikan tempat ini tetap indah dipandang mata. Mengingat
pentingnya keberadaan hutan bambu ini maka diperlukan perhatian dan kepedulian
dari berbagai pihak, baik pelajar, mahasiswa, masyarakat dan tentu saja dari
pemerintah utamanya pemerintah daerah. Apabila wisata alam ini telah
diperhatikan dan dikembangkan, pasti dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah
(PAD) kabupaten Lumajang.

Ranu Klakah merupakan
salah satu danau yang terletak di daerah Lumajang. Letaknya di desa Tegalrandu
Kecamatan Klakah dengan jarak sekitar 20 km dari kota Lumajang. Obyek ini
berada pada ketinggian 900 meter dari permukaan laut, dengan luas 22 hektar dan
kedalaman 28 m yang dilatar belakangi gunung Lamongan dengan ketinggian sekitar
1.668 m dari permukaan laut, serta didukung oleh udara yang sejuk dan segar.
Beraneka ragamnya buah-buahan nangka khas Klakah yang dijual sepanjang jalan
raya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi obyek wisata ini.Transportasi
mudah dicapai denngan kendaraan pribadi atau menggunakan anngkutan umum baik
roda dua maupun roda empat disamping dokar sebagai sarana tradisional
masyarakat setempat. Luas wilayah Ranu Klakah mencapai 22 hektar, terletak pada
ketinggian 900 meteer di atas permukaan laut,. Udara di kawasan Ranu Kalakah
sangat sejuk dan asri serta menyegarkan.Background dari gunung lamongan menjadi
keindahan tersendiri yang dimiliki oleh Ranu Klakah.Kawasan
Klakah juga merupakan salah satu daerah penghasil buah – buahan di kota
Lumajang. Buang yang paling sering dijual adalah nangka. Buah Nangka disini
mempunyai kualitas yang berbeda dibandingkan dengan daerah lainnya.

Sudahkah berkunjung?
#Ayoberkunjung
Ranu Pakis terletak di Kabupaten Lumajang,
Kecamatan Klakah, ranu ini termasuk kedalam 3 ranu lumajang atau segitiga ranu
yaitu Ranu Bedali, Ranu Klakah, dan Ranu Pakis. Untuk menuju kesana kita bisa
melewati jalur menuju Surabaya via Lumajang, setelah sampai di Kecamatan Klakah
kita berbelok ke kanan setelah rel kereta api pertama, dari sana ada plang yang
menunjukan arah untuk ke tiga ranu tersebut. Ranu Pakis berada di sebelah kanan
Ranu Klakah, dari Ranu Klakah jaraknya hanya 500 meter saja. Di Ranu Pakis kita bisa melihat pemandangan
danau yang indah dari atas, sehingga cocok sekali unutk objek fotografi dan bagi
para pencari keindahan bisa berkunjung ke Ranu Pakis.
Sudahkah berkunjung?
#Ayoberkunjung